Beppu, 20 Mei 2008
Minggu, tanggal 18 Mei 2008 bukanlah hari minggu biasa. 120 kenshusei dari berbagai prefektur di daerah Kyushu berkumpul di I Square Building untuk mendengarkan pemaparan, berdiskusi, dan berkonsultasi dalam acara Pelatihan Wirausaha dan Edukasi Perbankan (PWEP) yang diselenggarakan di Saga-shi. PWEP sendiri merupakan pelatihan kewirausahaan bagi kenshusei Indonesia di Jepang yang diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Jepang Korda Kyushu Okinawa (PPIJ KaKaO) dan Working Group for Technology Transfer (WGTT), sebuah LSM Indonesia di Jepang yang bergerak di bidang transfer teknologi. Acara ini juga terselenggara berkat kerjasama dari LSM Jepang Ladies Dream Action (LDA) selaku volunter dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat Indonesia di Jepang mulai dari KBRI Tokyo, BI Tokyo, dan berbagai institusi terkait lainya yaitu Garuda Indonesia, BNI, IMM Japan dan Siswahyu Halal Food. Dukungan juga diberikan oleh pemerintah kota Saga yang diwakili oleh perwakilan walikota Saga, walikota Karatsu, dan dua anggota parlemen Saga dari partai Liberal Demokrat (LDP) Hirotsu Motoko-san dan Hiroshi Ogushi-san. Tujuan dari diselenggerakannya acara ini adalah untuk membantu kenshusei menetapkan langkahnya ketika kembali ke tanah air: apa yang harus dilakukan? Dengan berbekal ilmu selama di Jepang, diharapkan kenshusei dapat menjadi agen terdepan dalam pembangunan ekonomi bangsa melalui kewirausahaan dan transfer teknologi.
Di selang acara juga dilakasanakan rapat Indonesia-Japan Friendship Forum. Jepang diwakili oleh Parlemen Jepang di Saga, Hirotsu Motoko dan Hiroshi Osugi mewakili partai Liberal Democrat, perwakilan kota Saga, walikota Karatsu dan LDA. Indonesia diwakili oleh Ridwan Abbas dari Konsuler Ekonomi KBRI Tokyo, Jarot Jatmika dari Atase Bea Cukai, Direktur WGTT Fauzy Ammari, Hamazato dari IMM Japan, Arief Hartawan dari BI Tokyo, PPI KKO dan Pak Marlo selaku informan. Isu-isu yang dibahas diantaranya penyetaraan upah, keselamatan kerja, penambahan tahun kerja dan penerimaan tenaga perawat ke Jepang. Dengan diadakannya rapat ini, diharapkan dapat terajut komitmen antara Indonesia dan Jepang dalam rangka penempatan tenaga magang dan tenaga kerja Indonesia di Jepang.
Acara PWEP yang berlangsung selama satu hari ini mendapat sambutan hangat dari peserta, dilihat dari antusiasme peserta yang begitu tinggi dalam mengikuti jalannya acara, dan permintaan untuk diselenggarakannya acara serupa, baik di daerah lain maupun di negara lain di sekitar Jepang. Eko, salah satu trainee dari Beppu menyatakan rasa terima kasihnya juga kepada pihak mahasiswa yang telah memberikan asistensi mengantar para kenshusei ke acara tersebut. Dengan diselenggarakannya acara ini, diharapkan kenshusei dapat membangun kewirausahaannya dan menerapkan keilmuannya untuk membangun bangsa setelah pulang dari Jepang. (Iqra)
Penulis adalah Mahasiswa Ritsumeikan Asia Pacific University, Beppu, Jepang
Filed under: dapur naskah
[...] PWEP SAGA: KENSHUSEI HARI INI, PENGUSAHA HARI ESOK [...]